Senin, 09 Desember 2019

AYO....MENGENAL OBAT TRADISIONAL INDONESIA

DEFINISI DAN PENGGOLONGAN OBAT TRADISIONAL INDONESIA

Kita tentu sudah sering membaca atau mendengar istilah Jamu. Sehingga banyak dari kita yang beranggapan Jamu adalah obat tradisional Indonesia. Apakah benar seperti itu? Ayo... Kita mencaritahu bersama.


Definisi Obat Tradisional Menurut Undang-undang

Menurut UU RI no. 23 tahun 1992 definisi obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.
Obat tradisional ini juga dikenal dengan sebutan Obat Bahan Alam (OBA) yang dahulu memang penggunaan khasiat dan keamanannya berdasarkan pengalaman empiris secara turun temurun. Namun seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi ilmu pengetahuan uji khasiat dan keamanannya telah berkembang serta dapat dibuktikan secara ilmiah.

Penggolongan Obat Tradisional Indonesia



JAMU 

Adalah obat tradisional yang khasiat serta keamanannya berdasarkan bukti pengalaman secara empiris dari generasi ke generasi. 
Contohnya adalah jamu gendong kunci sirih untuk mengatasi keputihan, jamu godong luntas untuk mengatasi bau badan dan bau mulut yang kurang sedap.

OBAT HERBAL TERSTANDAR (OHT)

Adalah obat tradisional yang telah teruji khasiat dan keamanannya melalui uji pra- klinis yaitu uji pada hewan percobaan, lolos uji toksisitas akut maupun kronis dan dibuat secara higienis dari bahan yang terstandar seperti ekstrak yang memenuhi parameter mutu.
Contoh produknya adalah Antangin, Tolak Angin yang berfungsi untuk meringankan rasa kembung, mual dan masuk angin.

FITOFARMAKA

Adalah obat tradisional yang telah terbukti khasiat dan keamanannya berdasarkan uji pra-klinis (pada hewan percobaan) dan uji klinis yaitu uji pada manusia, uji toksisitas akut maupun kronis, dibuat secara higienis dengan bahan baku yg bermutu sesuai standar yang ditetapkan.
Contoh produknya adalah Stimuno sirup, Stimuno Kapsul, Imboost Force kapsul yang berkhasiat sebagai imunomodulator sehingga meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.

Perbedaan Jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT) dan Fitofarmaka



JAMU ----------> Pembuktian keamanannya berdasarkan pengalaman turun temurun.

OHT -----------> pembuktian keamanannya berdasarkan uji pra-klinis yaitu uji pada hewan percobaan.

FITOFARMAKA ------> Pembuktian keamanannya berdasarkan uji pra- klinis dan uji klinis yaitu uji pada manusia. Sehingga khasiat dan keamanannya setara dengan obat kimia sintetis.

Untuk mengetahui sejauhmana pemahaman kita setelah membaca artikel ini, mohon mengisi kuis dibawah ini:




Demikianlah sekilas mengenai obat tradisional Indonesia yang hendaknya kita lestarikan sebagai warisan luhur nenek moyang yang telah diakui khasiat serta keamanannya sebagai salah satu alternatif obat yang murah serta terjangkau oleh masyarakat luas dari berbagai kalangan.

Sumber:
1. UU RI no. 23 tahun 1992 tentang kesehatan.
2. Keputusan Kepala BPOM RI no. HK.00.05.4.2411 tanggal 17 Mei 2004 tentang ketentuan pokok pengelompokkan dan penandaan Obat Bahan Alam Indonesia.





4 komentar:

  1. Bu shinta, adakah dampak negatif jamu tradisional?
    Bagaimana mengatasinya jika ada?
    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya dampak negatifnya relatif kecil, Bu. Tapi memang ada kondisi tertentu yang membutuhkan perhatian khusus misalnya orang yang akan menjalani operasi atau sedang dalam pengobatan tertentu. Biasanya pada aturan pakai kemasan obat tradisional itu ada perhatian dan peringatan. Jadi sangat dianjurkan untuk dibaca serta dipelajari. Bila ada kejadian yang TDK diinginkan dan dirasa cukup berbahaya bisa segera ke dokter atau rumah sakit terdekat. Tapi biasanya kalo obat tradisional yang asli dalam artian TDK mengandung bahan kimia obat (bko) relatif kecil dan ringan saja efek sampingnya. Untuk lebih jelasnya mungkin bisa membaca postingan saya ayo mengenal obat tradisional Indonesia bagian 2 dan 3 ya, Bu. Terimakasih.

      Hapus
  2. keren bu blognya, ijin bertanya, kalau masuk angin kan ada cara tradhisional tuh di kerokin, itu efeknya gimana ya?

    BalasHapus
  3. Sebenarnya kerokan dalam bahasa Jawa itu adalah metode tradisional yang aman karena ketika tubuh dikerok, sirkulasi jaringan lunak di bagian tubuh yang dikerok akan terangsang dan aliran darah menjadi lancar. Di samping itu, kerokan dipercaya memperbaiki metabolisme dan membantu mengatasi peradangan yang sering menjadi pemicu beberapa penyakit tertentu.namun ada kondisi tertentu yg harus diperhatikan misalnya pada pasien yang harus minum obat pengencer darah. Kalo bisa jangan dilakukan kerokan karena sirkulasi darah akan semakin encer sehingga dikuatirkan membahayakan pasien.

    BalasHapus