Rabu, 11 Desember 2019

AYO.....MENGENAL OBAT TRADISIONAL INDONESIA bagian 3

PENANDAAN, PENGGUNAAN DAN HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PEMAKAIAN OBAT TRADISIONAL YANG BENAR


Banyaknya obat tradisional di masyarakat seringkali menimbulkan masalah ketika yang beredar adalah obat tradisional yang tidak memenuhi standar mutu maupun yang tidak memiliki izin edar atau ilegal. Minimnya informasi mengenai penandaan dan penggunaan obat tradisional yang baik dan benar membuat banyak penyalahgunaan pemakaiannya.


Belajar dari maraknya kasus mengenai obat tradisional yang ada.... Mari kita melihat penandaan, penggunaan dan hal-hal yang perlu diperhatikan supaya bisa mengkonsumsi obat tradisional dengan aman, nyaman dan berkhasiat.

PENANDAAN OBAT TRADISIONAL YANG BENAR
Setiap kemasan obat tradisional wajib mencantumkan penandaan/ label yang benar, melliputi:
* Nama Produk
* Nama dan alamat produsen/ importir
* Nama pendaftaran/ nomor izin edar
* Nomor Bets/ kode produksi
* Tanggal Kadaluwarsa / Expired date (ED)
* Netto
* Komposisi
* Peringatan/ perhatian
* Cara Penyimpanan
* Kegunaan dan cara penggunaan dalam Bahasa Indonesia.

PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL YANG BENAR
Sebagian besar bahan alami yang dijadikan obat tradisional atau juga dikenal dengan sebutan obat herbal di masyarakat memang aman untuk dikonsumsi. Meski aman, obat herbal juga berpotensi menyebabkan efek samping baik ringan maupun serius pada tubuh. Informasi mengenai efek samping yang mungkin terjadi biasanya tertera pada kemasannya.


Agar terhindar dari bahaya, berikut ini adalah tips aman mengonsumsi obat herbal:
* Pastikan membeli produk yang telah terdaftar di BPOM RI.
* Jangan lupa cek tanggal kedaluarsa produk.
* Ikuti semua petunjuk pemakaian beserta dosis yang tercantum di kemasan.
* Hubungi layanan konsumen produk tersebut jika Anda ingin mengetahui lebih jelas mengenai produk mereka.
* Sebelum mengonsumsinya, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter.

Obat herbal tidak dapat dikonsumsi oleh semua orang. Orang dengan kondisi tertentu harus lebih berhati-hati atau lebih baik menghindari pemakaian obat herbal yaitu:
* Ibu hamil dan menyusui
Masa kehamilan adalah masa ketika para ibu harus berhati-hati dalam mengonsumsi apa pun, termasuk obat herbal. Apa yang dikonsumsi ibu hamil bisa saja memengaruhi kondisi janin hingga bisa berakibat kepada keguguran, bayi lahir prematur, atau bayi terlahir cacat. Hal ini juga berlaku bagi ibu menyusui. Asupan yang masuk ke tubuh ibu menyusui bisa terkandung di dalam ASI. Zat yang terkandung pada obat herbal kemungkinan bisa berdampak kepada kesehatan bayi.
* Orang yang akan menjalani operasi
Terdapat sebagian obat herbal yang bisa memperlambat pembekuan darah atau mengencerkan darah. Ini bisa berdampak buruk jika obat herbal tersebut dikonsumsi sebelum menjalani operasi. Salah satu contohnya adalah ginkgo biloba. Konsumsi obat herbal ini harus dihentikan minimal dua minggu sebelum operasi karena bisa memperlambat proses pembekuan darah.
* Orang yang sedang mengonsumsi obat tertentu
Obat herbal juga bisa menimbulkan efek samping serius jika dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan medis, seperti obat penurun tekanan darah, obat pengencer darah, dan obat diabetes.
* Orang yang memiliki penyakit tertentu
Obat herbal yang awalnya dimaksudkan untuk memberi manfaat baik, justru bisa memperparah kondisi penyakit seseorang. Contohnya obat herbal sambiloto. Obat ini dipercaya mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, namun bisa juga berbahaya jika sambiloto dikonsumsi oleh penderita penyakit autoimun. Lalu ada pula obat herbal yang terbuat dari pegagan. Pegagan dan daun kenikir tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang memiliki penyakit hati. Menurut penelitian, mengonsumsi pegagan bisa meningkatkan risiko kerusakan hati.

Hal- hal yang perlu diperhatikan untuk pencegahan menghindari bahaya penggunaan Obat Tradisional
Untuk menghindari bahaya penggunaan obat tradisional perlu dilakukan tindakan pencegahan, antara lain:
* Gunakan obat tradisional yang sudah memiliki nomer pendaftaran BPOM.
* Jangan gunakan obat tradisional bersama dengan obat kimia (resep dokter).
* Jika meminum obat tradisional menimbulkan efek yang cepat, patut dicurigai ada penambahan bahan kimia obat yang memang dilarang penggunaanya dalam obat tradisional.
* Selalu periksa tanggal Kedaluwarsa.
* Kunjungi website Badan POM (www.pom.go.id) untuk mengetahui obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat pada bagian “public warning”.
* Perhatikan informasi “Peringatan/Perhatian”. Jangan konsumsi obat tradisional jika ada efek samping yang rentan dengan kondisi kesehatan anda.

Setelah membaca artikel tadi semoga kita semakin mengetahui obat tradisional seperti apa yang aman untuk dikonsumsi. Juga semakin bijak dalam memilih dan menggunakan obat tradisional Indonesia. Jadi semakin yakin Khan bahwa obat tradisional Indonesia memang berkhasiat, aman dan terjangkau sebagai salah satu alternatif pengobatan. Yang penting kita selalu memperhatikan produknya sesuai tidak dengan syarat keamanan serta aturan pemakaian obat tradisional tersebut.

Sumber:
1. BPOM RI, 2015, Materi Edukasi Tentang Peduli Obat dan Pangan Aman.
2. https://www.alodokter.com, 4 Januari 2018, Mengonsumsi Obat Herbal dengan Aman.
3. YouTube.com/ruaitvpontianak




5 komentar:

  1. Kriteria obat yang baik bagaimana bu shinta?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo obat tradisional yang baik adalah yang jelas sudah memiliki izin edar resmi dari BPOM, sudah melalui uji mutu dan sesuai dengan kriteria kemasan obat tradisional yang benar juga seperti yang tertulis pada artikel saya tadi, Bu. Salahsatunya harus tertulis kegunaan dan penggunaannya dalam bahasa Indonesia supaya informasi yang disampaikan jelas dan tepat dibaca oleh konsumen. Jadi berhati- hati ya, Bu bila menemukan obat tradisional yang tertulis izin edar tapi penggunaan maupun keterangan tidak memakai bahasa Indonesia. Dikuatirkan obat tradisional tersebut masuk kategori ilegal. Untuk lebih aman dan jelas bisa dicek obat tradisional tersebut dalam website pom.go.id

      Hapus
  2. bagus bu, banyak obat herbal yang bermanfaat, contonhya benalu kelor dan jeruk...mohon kometar balik diblog saya nggih bu,

    BalasHapus
  3. Apakah jenis obat herbal baik bagi anak-anak bu? Usia berapa pada anak-anak dalam penggunaan obat herbal ini? Bu mohon saran dan komentar blog saya ya, makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya obat herbal itu baik untuk segala usia, Bu. Karena efek sampingnya minimal sekali. Hanya yang jadi masalah adalah obat tradisional ilegal yang TDK memenuhi syarat mutu dan izin edar dari BPOM. Kalo untuk anak2x biasanya saya sarankan bila SDH berusia 1 tahun atau kalo bisa 2 tahun. Karena sebelum usia 1 tahun anak masih menerima asupan gizi dan zat2x yang diperlukan lewat ASI. Kalo mengenai produknya banyak yang bisa dipilih untuk obat herbal khusus anak bahkan ada yg khusus balita. Untuk lebih meningkatkan kepercayaaan akan khasiat dan keamanannya bisa dilihat dulu produk tersebut terdaftar atau TDK di website pom.go.id

      Hapus